Wednesday, October 4, 2017

Pengertian Sistem

Posted by Riski maulana ibrahim Wednesday, October 04, 2017, under | No comments

Apa itu sistem? Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Ada banyak pendapat tentang pengertian dan definisi sistem yang dijelaskan oleh beberapa ahli. Berikut pengertian dan definisi sistem menurut beberapa ahli:

Jogianto (2005:2), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.Indrajit (2001:2), Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.Lani Sidharta (1995:9), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.Murdick, R. G (1991:27), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.

Davis, G. B (1991:45), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang beroperai bersama-sama untuk menyelesaikan suatu sasaran.

Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam sistem.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem terdiri dari beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, semuanya saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat tercapai.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI

Suatu sistem dapat kita katakan sebagai sebuah sistem informasi apabila memenuhi karakteristik utama dari sebuah sistem informasi. Karakteristik utama ini menunjukkan bahwa sebuah sistem memang benar-benar sebuah sistem yang dapat memberikan arus informasi dari host menuju usernya. Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang dimiliki oleh sistem informasi. Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :

1. Komponen-komponen
Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa :Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem, misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras, perangkat lunak dan manusia.Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Misalkan bila perangkat keras adalah sistem yang memiliki sub sistem CPU, perangkat I/O dan memori, maka supra sistem perangkat keras adalah sistem komputer.

2. Batas sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3.  Lingkungan luar sistem

Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.Lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem .

4.  Penghubung

Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
5. Masukkan
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6. Keluaran
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
7. Pengolah
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi.
8. Sasaran atau tujuan
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Klarifikasi Sistem Informasi


Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, seperti contoh sistem yang bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministik, dan sistem yang terbuka dan tertutup.



1. Sistem abstrak dan sistem fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia, yaitu suatu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan tuhan. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, seperti sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia, dan lain sebagainya.


2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin, yang disebut dengan human machine system. Sistem informasi yang berbasis komputer merupakan contohnya, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem deterministik dan sistem probabilistik


Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut disebut sistem deterministik. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangan sistem yang bersifat probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depanya tidak dapat diprediksi, karena mengandung unsur probabilitas.

Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Dalam Memasarkan Mobil Bekas

Posted by Riski maulana ibrahim Wednesday, October 04, 2017, under | No comments

                                        Hasil gambar untuk mobil                                                                                                         Abstrak 

Seiring jumlah pesaing yang semakin bertambah, keterbatasan tempat showroom, alternatif pilihan yang terbatas, pemasaran yang masih mengandalkan lokasi strategis dan mitra kerja terbatas dengan tambahan biaya ekstra, promosi cenderung kurang efektif dan jangkauannya masih terbatas pada lokasi tertentu. Tujuan penelitian menghasilkan sistem penjualan mobil bekas berbasis web agar tidak lagi bergantung kepada lokasi dan mudah memperluas pangsa pasar. Perancangan sistem menggunakan pendekatan ICDM (Internet Commerce Development Methodology). Pendekatan ICDM menggabungkan struktur manajemen, prosedur keterlibatan pelanggan dan memberikan pedoman pada pengembangan budaya organisasi yang kondusif. Hasil pengujian dengan metode black box memperlihatkan sistem sudah memenuhi keperluan fungsional untuk semua fitur-fitur perangkat lunak. Memiliki proses validasi pemasukan dan pemrosesan data dalam menghasilkan informasi. Sistem penjualan berbasis web memberikan peluang baru, dapat menampung jumlah mobil yang lebih banyak, transaksi secara digital, kemudahan masyarakat menjual mobil cukup hanya mengupload foto dan spesifikasi mobil pada halaman web perusahaan tanpa harus meletakkan mobil mereka dalam showroom mobil tersebut.


                                                             PENDAHULUAN

Pertumbuhan bisnis jual-beli mobil bekas semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kenaikan perhitungan pajak untuk harga mobil baru yang sangat signifikan. Di sisi lain kehadiran mobil murah yang semakin gencar juga tidak banyak mempengaruhi bisnis penjualan mobil bekas karena masyarakat memiliki persepsi dan cenderung mempercayai jenis dan merk mobil yang ketahanannya sudah teruji. Kondisi yang demikian juga menjadi persoalan bagi CV. Willy Auto. Seiring dengan jumlah pesaing yang semakin bertambah banyak, keterbatasan tempat showroom, alternatif pilihan yang terbatas pada sebuah showroom, kegiatan pemasaran masih mengandalkan lokasi yang strategis dan mitra kerja yang terbatas dengan tambahan biaya ekstra, promosi cenderung kurang efektif dan jangkauannya terbatas hanya pada lokasi tertentu, dan biaya operasional juga cenderung meningkat. Kenyataan ini membutuhkan perubahan ke arah proses digitisasi penjualan berbasis web. Dalam hal ini tidak lagi bergantung kepada lokasi fisik tertentu. Pihak manajemen memiliki kemudahan dalam mengembangkan pangsa pasar [1]. Fungsi utama website ini adalah untuk memperluas dan meningkatkan penjualan mobil bekas tanpa batasan waktu dan tempat.

Masyarakat relatif lebih mudah dan menghemat waktu untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai spesifikasi jenis dan merk mobil bekas secara mendetil dengan hanya melalukan penelusuran website [2]. Kegiatan ekspansi usaha menjadi lebih fleksibel, menjangkau pasar sasaran lebih luas, media promosi lebih murah dan interaktif, optimalisasi dan transparansi biaya operasional, digitalisasi produk/jasa, memperlancar sistem pendistribusian, dan peluang membangun hubungan yang personal dengan konsumen [3]. Digitisasi penjualan berbasis web merupakan hasil penerapan teknologi informasi antara produsen dan konsumen melalui internet [4]. Sistem penjualan yang memberikan kemudahan transaksi komersial melintasi batas-batas budaya dan negara dengan biaya yang relatif lebih efektif [5,6]. Mempermudah membangun kemitraan bisnis dengan pola diferensiasi yang sesuai kebutuhan dengan spesifikasi produk/jasa tertentu [7,8].

 Penelitian sebelumnya yang relevan adalah mengembangkan sistem showroom virtual penjualan mobil bekas dengan fasilitas pembayaran melalui website. Sistem dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna terhadap sistem dan prosedur penjualan pada showroom tersebut saat ini. [2]. Sistem dapat memperluas jangkauan promosi dan penjualan mobil, dimana dapat menjual lima unit mobil perbulan dan jumlah pelanggan juga bertambah [9]. Merujuk kepada penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, dalam penelitian ini menitikberatkan penerapan ICDM (Internet Commerce Development Methodology) dalam menganalisa dan merancang penjualan berbasis web. ICDM berbeda dalam menyediakan kerangka kerja untuk mengembangkan strategi e-bisnis, menggabungkan struktur manajemen, prosedur keterlibatan pelanggan dan memberikan pedoman pada pengembangan budaya organisasi yang kondusif [10]. Tujuan penelitian menghasilkan sistem penjualan mobil bekas berbasis web sehingga memudahkan konsumen dan tidak lagi bergantung kepada lokasi dan mudah memperluas pangsa pasar.


                                                         METODE PENELITIAN

Perancangan sistem penjualan mobil bekas berbasis web dalam hal ini menggunakan ICDM (Internet Commerce Development Methodology) yang memiliki beberapa tahapan. Tahapan pertama untuk memulai ICDM adalah melakukan proses pemetaan strategi dengan merujuk kepada strategi bisnis perusahaan untuk kemudian mengidentifikasi tujuan bisnis organisasi. Tahapan ini memiliki proses untuk memeriksa dan mengidentifikasi berbagai peluang dan ancaman, mengidentifikasi sejauh mana teknologi internet sudah dapat menyediakan informasi penting untuk mendapatkan berbagai peluang dan menghindari implikasi dari berbagai ancaman lingkungan bisnis.


                                                           HASIL DAN PEMBAHASAN



Perancangan sistem penjualan mobil bekas berbasis web menggunakan metode ICDM diawali dengan tahapan analisis SWOT. Penggunaan analisis SWOT untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan-kelemahan dalam sistem berjalan sebelumnya. Analisa SWOT dijabarkan ke dalam empat (4) tingkatan yaitu, menjabarkan kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (environmental opportunities) dan ancaman yang mungkin terjadi (threats). Analisis SWOT memiliki empat komponen utama yang saling berkaitan.

Peluang untuk penjualan mobil bekas masih sangat besar, seiring dengan kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil dalam kehidupan keluarga mereka. Harga mobil baru yang relatif tinggi dengan mekanisme perhitungan pajak yang cukup tinggi, membuat masyarakat membuat pilihan pada mobil bekas yang kondisinya masih baik dan layak. Penggunaan media jejaring sosial yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat merupakan peluang bagus mengembangkan sistem penjualan berbasis web untuk menjangkau kebutuhan konsumen tanpa batasan geografis. Melalui website ini memberikan peluang baru, dimana dapat menampung jumlah mobil yang lebih banyak secara digital tanpa terkendala dengan luas bangunan showroom mobil.

                      Proses Pencarian Dan Kesepakatan Sistem Penjualan Berbasis Web
Dalam melakukan perancangan sistem penjualan berbasis web, aplikasinya menggunakan struktur file MVC (Model View Controller) dengan framework CodeIgniter. Model ini memperlihatkan setiap unit kerja atau yang mengatur semua komponen dalam framework Code Igniter adalah komponen core yang berada dalam package system. Komponen core mengelola model dan controller yang saling memiliki ketergantungan dimana controller mengirim permintaan data dan model yang menerima akan melakukan pengambilan data yang diinginkan controller dari dalam simpanan basis data (Gambar 8). Diagram hubungan entitas adalah suatu dokumentasi data dengan mengidentifikasi entiti data dan memperhatikan hubungan yang ada diantara entiti tersebut. Dalam hal ini, menggunakan permodelan diagram hubungan entitas ini untuk menggambarkan hubungan antar simpanan data di dalam usulan perancangan sistem penjualan berbasis web. Sistem penjualan berbasis web adalah sebuah sistem yang dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi jual beli mobil bekas. Tidak semua tabel database yang ada pada web ini memiliki keterkaitan dengan tabel yang lainnya. Maka dari itu dalam pembuatan diagram hubungan entitas hanya menampilkan tabel yang memiliki keterkaitan dengan tabel yang lainnya




Evaluasi hasil perancangan sistem ini melalui proses simulasi penggunaannya dengan sejumlah karyawan perusahaan. Melakukan proses untuk semua fitur yang sudah disediakan dan untuk melihat sejauh mana keakuratannya saat mengimplementasikan sistem ini. Berdasarkan analisa semua proses fungsional dari sistem, memperlihatkan informasi penjualan melalui website menjadi lebih interaktif, pelayanan yang lebih spesifik/khusus untuk setiap pelanggan, memiliki kemudahan konsultasi mengenai sistem perawatan mobil, dapat menampung jumlah mobil lebih banyak tanpa terkendala luas bangunan showroom mobil. Memberikan kemudahan masyarakat yang ingin menjual mobil mereka cukup hanya mengupload foto dan spesifikasi mobil pada halaman web. Tidak perlu menitipkan kendaraan kepada pihak perusahaan dan masih dapat digunakan selama belum ada transaksi penjualan. Kemudahan dalam menyalin komunikasi dan informasi transaksi dalam bisnis digital. 

KESIMPULAN 
Sistem penjualan berbasis web memberikan peluang baru, dimana dapat menampung jumlah mobil yang lebih banyak, transaksi penjualan secara digital, kemudahan masyarakat yang ingin menjual mobil cukup hanya mengupload foto dan spesifikasi mobil pada halaman web perusahaan tanpa harus meletakkan mobil mereka dalam showroom mobil tersebut. Melalui media ini dapat menghemat cukup banyak biaya operasional, harga jual mobil juga dapat menjadi lebih murah karena tidak ada lagi biaya penampungan dan fee untuk perantara, memberikan keleluasaan pemilik mobil, area penjualan menjadi semakin fleksibel dan tidak terkendala pada lokasi dan tempat antara penjualan dan pembeli. 

SARAN
 Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan proses kearah manajemen hubungan pelanggan, melakukan proses aliansi dengan semua agen/distributor berbagai jenis dan merek mobil dalam membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih bersahabat dan mewujudkan kaidah kekeluargaan, mengembangkan aplikasi ini menggunakan fasilitas bergerak melalui perangkat telepon seluler sehingga memudahkan komunikasi dan transaksi. 

Sumber :
http://ojs.amikom.ac.id/index.php/citec/article/view/1114/1077

Tuesday, March 28, 2017

JENIS JENIS PENGAMBILAN SAMPEL - STATISTIKA

Posted by Riski maulana ibrahim Tuesday, March 28, 2017, under | No comments

 

Sampel (bahasa inggris: sample) merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri.Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil.

Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu

  1. secara acak (random)/probabilita
  2.  tidak acak (non-random)/non-probabilita

  • Acak (Random sampling)

Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti.Masing-masing jenis dari pengambilan acak (probability sampling) ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.
  • Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)

  Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.
KELEBIHAN : dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel,dan kemampuan menghitung standard error.Sedangkan,
KELEKURANGAN : adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat..
CONTOH : Sampel acak sederhana seperti arisan, dilakukan dengan memasukkan nama-nama populasi sampel (kerangka sampel), kemudian dikocok/diguncang, nama-nama yg keluar dari kocokan tersebut adalah unit sampel (orang yg akan menjadi responden).
  • Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)

            Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan.Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana.
KEKURANGAN : adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.
Besarnya interval (i) dapat ditentukan dengan membagi populasi (N) dengan jumlah sampel yang diinginkan (n) atau i=N/n.
  • Pengambilan acak berdasarkan lapisan / Bertingkat (Stratified random sampling)

          Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.
KEKURANGAN : adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian.Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.
Contoh : Untuk mengetahui pendapat pemilih muda pada pemilu Indonesia 2013, maka lembaga survey memintai pendapat pemilih muda di Provinsi Sumsel sejumlah 1000 responden. Dengan komposisi 60% adalah pelajar SMA dan 40% lainnya adalah anak-anak yg tidak mengenyam pendidikan SMA. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui opini orang-orang yangg diasumsikan lebih terpelajar.
  • Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)

           Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.
KEKURANGAN : adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.
CONTOH : Misalkan seorang peneliti kualitas tanah di KELURAHAN SUMBER JAYA dan KELURAHAN JEJALEN JAYA maka darj masing masing dari kelurahan tersebut diambil sample tanah dengan jumlah yang sama untuk di teliti

  • TIDAK ACAK (Non-random sampling)

       Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak di mana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasa peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.
  • Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling)

   Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti.Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat.
KELEBIHAN : dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel.
KEKURANGAN : adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
  • Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling)

          Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.
KEKURANGAN : adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
  • Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling)

   Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.
KEKURANGAN :  adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
  • Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling)

  Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden.Mulai dari mewawancarai satu responden.Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya.
KEKURANGAN : adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
sumber : (https://kelasarmansyah.wordpress.com/2013/03/23/metode-penelitian-populasi-sampling-dan-teknik-acak/)
(https://id.wikipedia.org/wiki/Sampel_(statistika))

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
cursor: url("https://picasaweb.google.com/110667291707517219649/IMAGETUTORIAL2#5729338440284600194"), default;