Tuesday, March 28, 2017

JENIS JENIS PENGAMBILAN SAMPEL - STATISTIKA

Posted by Riski maulana ibrahim Tuesday, March 28, 2017, under | No comments

 

Sampel (bahasa inggris: sample) merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri.Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sampel yang diambil.

Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu

  1. secara acak (random)/probabilita
  2.  tidak acak (non-random)/non-probabilita

  • Acak (Random sampling)

Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Tidak ada intervensi tertentu dari peneliti.Masing-masing jenis dari pengambilan acak (probability sampling) ini memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.
  • Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling)

  Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.
KELEBIHAN : dari pemngembilan acak sederhana ini adalah mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel,dan kemampuan menghitung standard error.Sedangkan,
KELEKURANGAN : adalah tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat..
CONTOH : Sampel acak sederhana seperti arisan, dilakukan dengan memasukkan nama-nama populasi sampel (kerangka sampel), kemudian dikocok/diguncang, nama-nama yg keluar dari kocokan tersebut adalah unit sampel (orang yg akan menjadi responden).
  • Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)

            Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan.Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak secara sistematis ini adalah lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sedderhana.
KEKURANGAN : adalah tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.
Besarnya interval (i) dapat ditentukan dengan membagi populasi (N) dengan jumlah sampel yang diinginkan (n) atau i=N/n.
  • Pengambilan acak berdasarkan lapisan / Bertingkat (Stratified random sampling)

          Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak berdasar lapisan ini adalah lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.
KEKURANGAN : adalah harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian.Selain itu, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.
Contoh : Untuk mengetahui pendapat pemilih muda pada pemilu Indonesia 2013, maka lembaga survey memintai pendapat pemilih muda di Provinsi Sumsel sejumlah 1000 responden. Dengan komposisi 60% adalah pelajar SMA dan 40% lainnya adalah anak-anak yg tidak mengenyam pendidikan SMA. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui opini orang-orang yangg diasumsikan lebih terpelajar.
  • Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)

           Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.
KELEBIHAN : dari pengambilan acak berdasar area ini adalah lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.
KEKURANGAN : adalah memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu.
CONTOH : Misalkan seorang peneliti kualitas tanah di KELURAHAN SUMBER JAYA dan KELURAHAN JEJALEN JAYA maka darj masing masing dari kelurahan tersebut diambil sample tanah dengan jumlah yang sama untuk di teliti

  • TIDAK ACAK (Non-random sampling)

       Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak di mana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.Ada intervensi tertentu dari peneliti dan biasa peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya.
  • Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling)

   Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti.Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat.
KELEBIHAN : dari pengambilan sesaat ini adalah kepraktisan dalam pemillihan anggota sampel.
KEKURANGAN : adalah belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
  • Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling)

          Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan menurut jumlah ini adalah praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.
KEKURANGAN : adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
  • Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling)

   Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan menurut tujuan ini adalah tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.
KEKURANGAN :  adalah belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
  • Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling)

  Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden.Mulai dari mewawancarai satu responden.Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.
KELEBIHAN : dari pengambilan beruntun ini adalah bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya.
KEKURANGAN : adalah memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
sumber : (https://kelasarmansyah.wordpress.com/2013/03/23/metode-penelitian-populasi-sampling-dan-teknik-acak/)
(https://id.wikipedia.org/wiki/Sampel_(statistika))

Pengertian STATISTIKA

Posted by Riski maulana ibrahim Tuesday, March 28, 2017, under | No comments

STATISTIKA

Statistika (Statistics) : Ilmu yang antara lain mempelajari cara-cara menetukan suatu penduga bagi suatu parameter, serta kemudian bertugas mengambil kesimpulan mengenai nilai parameter tersebut berasarkan nilai penduga yang didapat. (Andi Hakim, Rambe, 1993)

Statistika :  Metode, ilmu dan atau seni yang berkaitan dengan 
tata cara pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil analisis
untuk disimpulkan serta pelaksanaan perkiraan pada batas-batas yang masih 
dibenarkan. (Solimun, 1997)
 
Menurut Torrie (1993)
             Statistika adalah ilmu pengetahuan murni dan terapan, mengenai penciptaan, pengembangan dan penerapan teknik-teknik sedemikian rupa sehingga ketidakpastian inferesia induktif dapat dievaluasi (diperhitungkan)
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari metode yang paling efisien tentang cara‑cara pengumpulan, pengola­han, penyajian serta analisis data, penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data dan analisa yang dilakukan.
Sedangkan Statistik (Statistic)
adalah nilai yang didapat dari sampel yang diambil yang digunakan untuk menduga nilai dari populasi (Parameter) dimana sampel tersebut diambil. Menurut Undang-Undang Statistik Republik Indonesia (1997) statistik adalah data yang diperoleh dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis serta sebagai sistem yang mengatur keterkaitan antarunsur dalam penyelenggaraan statistik.
Statistika Deskriptif
Adalah statistika yang berkenaan dengan penataan, peringkasan dan penggambaran data tanpa dilanjutkan dengan pengujian dan penafsiran (inferens).
Statistika Inferensia
Adalah statistika yang berkenaan dengan pengujian dan penarikan kesimpulan berdasarkan penafsiran (inferens)

Konsep dasar

Terdapat bermacam-macam teknik statistik yang digunakan dalam penelitian khususnya dlam pengujian hipotesis.[1] Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.
Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasi seluruh populasi.
Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya hal terlihat banyak digunakannya uji statistika yang mengambil dasar pada sebaran peluang. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematika untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.
Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.
  • Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat digambarkan dideskripsikan) atau disimpulkan, baik secara numerik (misalnya menghitung rata-rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik), untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut, sehingga lebih mudah dibaca dan bermakna.
  • Statistika inferensial berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan estimasi pengamatan masa mendatang (estimasi atau prediksi), membuat permodelan hubungan (korelasi, regresi, ANOVA, deret waktu), dan sebagainya.

Metode Statistika

Dua jenis penelitian: eksperimen dan survai

Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survei, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.
Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
cursor: url("https://picasaweb.google.com/110667291707517219649/IMAGETUTORIAL2#5729338440284600194"), default;